Kamis, 28 Oktober 2010

VII. Agama Adalah Ketulusan

عَنْ أَبِي رُقَيَّةَ تَمِيْم الدَّارِي رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : الدِّيْنُ النَّصِيْحَةُ . قُلْنَا لِمَنْ ؟ قَالَ : لِلَّهِ وَلِكِتَابِهِ وَلِرَسُوْلِهِ وَلأَئِمَّةِ الْمُسْلِمِيْنَ وَعَامَّتِهِمْ . [رواه البخاري ومسلم]

Dari Abu Ruqoyah Tamim Ad Daari radhiallahuanhu,

sesungguhnya Rasulullah shallallahu`alaihi wa sallam bersabda: Agama adalah nasehat[1])[2]), kami berkata: Kepada siapa? Beliau bersabda: Kepada Allah, kitab-Nya, Rasul-Nya dan kepada pemimpin kaum muslimin dan rakyatnya [3]). (Riwayat Bukhari dan Muslim)



1. Nasehat adalah: ungkapan yang menyeluruh berupa keinginan yang mencakup semua kebaikan.

2. Yang dimaksud adalah bahwa nasehat merupakan penopang agama.

3.Yang dimaksud dengan nasehat kepada Allah adalah beriman kepada-Nya, tidak menyekutukan-Nya, mensucikannya dari segala kekurangan, ta’at kepada-Nya dan tidak bermaksiat kepada-Nya. Nasehat kepada Rasul-Nya adalah membenarkan risalahnya, beriman kepada semua yang dibawanya, menghormatinya, melaksanakannya ajarannya dll.

VI. Mejaga Agama

عَنْ أَبِي عَبْدِ اللهِ النُّعْمَانِ بْنِ بَشِيْرٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا قَالَ: سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُوْلُ : إِنَّ الْحَلاَلَ بَيِّنٌ وَإِنَّ الْحَرَامَ بَيِّنٌ وَبَيْنَهُمَا أُمُوْرٌ مُشْتَبِهَاتٌ لاَ يَعْلَمُهُنَّ كَثِيْرٌ مِنَ النَّاسِ، فَمَنِ اتَّقَى الشُّبُهَاتِ فَقَدْ اسْتَبْرَأَ لِدِيْنِهِ وَعِرْضِهِ، وَمَنْ وَقَعَ فِي الشُّبُهَاتِ وَقَعَ فِي الْحَرَامِ، كَالرَّاعِي يَرْعىَ حَوْلَ الْحِمَى يُوْشِكُ أَنْ يَرْتَعَ فِيْهِ، أَلاَ وَإِنَّ لِكُلِّ مَلِكٍ حِمًى أَلاَ وَإِنَّ حِمَى اللهِ مَحَارِمُهُ أَلاَ وَإِنَّ فِي الْجَسَدِ مُضْغَةً إِذَا صَلَحَتْ صَلَحَ الْجَسَدُ كُلُّهُ وَإِذَا فَسَدَتْ فَسَدَ الْجَسَدُ كُلُّهُ أَلاَ وَهِيَ الْقَلْبُ [رواه البخاري ومسلم]

Dari Abu Abdillah Nu’man bin Basyir radhiallahuanhu dia berkata,

Saya mendengar Rasulullah shallallahu`alaihi wa sallam bersabda, "Sesungguhnya yang halal itu jelas dan yang haram itu jelas. Di antara keduanya terdapat perkara-perkara yang syubhat (samar-samar) yang tidak diketahui oleh orang banyak. Maka siapa yang takut terhadap syubhat berarti dia telah menyelamatkan agamanya dan kehormatannya. Dan siapa yang terjerumus dalam perkara syubhat, maka akan terjerumus dalam perkara yang diharamkan. Sebagaimana penggembala yang menggembalakan hewan gembalaannya di sekitar (ladang) yang dilarang untuk memasukinya, maka lambat laun dia akan memasukinya. Ketahuilah bahwa setiap raja memiliki larangan dan larangan Allah adalah apa yang Dia haramkan. Ketahuilah bahwa dalam diri ini terdapat segumpal daging, jika dia baik maka baiklah seluruh tubuh ini dan jika dia buruk, maka buruklah seluruh tubuh; ketahuilah bahwa dia adalah hati “.

(Riwayat Bukhari dan Muslim)

V. Bid'ah Dalam Agama

عَنْ أُمِّ الْمُؤْمِنِيْنَ أُمِّ عَبْدِ اللهِ عَائِشَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهَا قَالَتْ : قَالَ رَسُوْلُ الله صلى الله عليه وسلم : مَنْ أَحْدَثَ فِي أَمْرِنَا هَذَا مَا لَيْسَ مِنْهُ فَهُوَ رَدٌّ.

[رواه البخاري ومسلم وفي رواية لمسلم : مَنْ عَمِلَ عَمَلاً لَيْسَ عَلَيْهِ أَمْرُنَا فَهُوَ رَدٌّ ]


Dari Ummul Mu’minin; Ummu Abdillah; Aisyah radhiallahuanha dia berkata:

Rasulullah shallallahu`alaihi wa sallam bersabda: Siapa yang mengada-ada dalam urusan (agama) kami ini yang bukan (berasal) darinya(1) , maka dia tertolak. (Riwayat Bukhari dan Muslim), dalam riwayat Muslim disebutkan: siapa yang melakukan suatu perbuatan (ibadah) yang bukan urusan (agama) kami, maka dia tertolak).



1. Yang dimaksud adalah, perbuatan-perbuatan yang dinilai ibadah tetapi tidak bersumber dari ajaran Islam dan tidak memiliki landasan yang jelas, atau yang lebih dikenal dengan istilah bid’ah.

IV. Tahapan Penciptaan Manusia Dan Garis Takdirnya

Dari Abdurrahman Abdulla Bin Mas'ud ra. Berkata :

Rasulullah yang jujur dan terpercaya ucapannya memberitahu kami,"Sesungguhnya setiap kalian dikumpulkan penciptaannya dalam rahim ibunya selama empat puluh hari berupa NUTHFAH (sperma) kemudian menjadi 'ALAQAH (segumpal darah yang menggantung) selama waktu itu juga kemudian menjadi MUDHGHAH (segumpal daging) selama waktu itu pula, kemudian diutuslah Malaikat untuk meniupkan RUH kepadanya dan menyampaikan empat perkara:
1. Menulis Rezekinya
2. Azalnya
3. Amal Perbuatannya
4. Dan Akan Menjadi Orang Sengsara Atau Bahagia.

Demi Allah yang tiada Tuhan ( yang berhak disembah ) selain-Nya, sesungguhnya ada seseorang diantara kalian yang senantiasa beramal dengan amalan penghuni SURGA, hingga jarak antara keduanya tinggal sehasta, namun ketetapan (Allah) mendahuluinya, lalu ia melakukan amalan penghuni Neraka hingga ia masuk kedalamnya, dan sesungguhnya ada seseorang diantara kalian yang senantiasa beramal dengan amalan penghuni neraka, hingga jarak antara keduanya tinggal sehasta, namun ketetapan (Allah) mendahuluinya, lalu ia melakukakn amalan penghuni SURGA, hingga ia pun masuk ke dalamnya."

(HR. Bukhar dan Muslim)

III. Rukun Islam

Dari Abu Abdurrahman Abdullah Bin Umar Bin Khathab ra. berkata:

Aku mendengar Rasulullah saw. bersabda, "Islam itu didirikan atas lima dasar: Bersaksi bahwa tiada Tuhan (yang berhak disembah) selain Allah, dan Muhammad itu utusan Allah, Mendirikan Shalat, Menunaikan Zakat, Haji Ke Baitullah, dan berpuasa Ramadhan."

(HR. Bukhari dan Muslim)

II. Iman, Islam, Dan Ihsan

Dari Umar ra. berkata: Ketika disuatu hari kami duduk-duduk bersama Rasulullah saw, muncullah laki-laki berpakaian putih bersih, berambut hitam kelam, tidak tampak padanya bekas-bekas bepergian jauh, dan tak seorangpun diantara kami mengenalinya. Lalu dia duduk mendekat Nabi saw, kemudian ia meletakkan kedua telapak tangannya di atas kedua paha beliau. Ia berkata: " Wahai Muhammad beritahu aku tentang Islam. " Beliau bersabda. " Ber- Islam adalah engkau bersaksi bahwa tidak ada Tuhan ( yang berhak di sembah ) kecuali Allah dan bahwa Muhammad itu utusan Allah, engkau mendirikan shalat, dan menunaikan Zakat, berpuasa Ramadhan, dan haji ke Baitullah bila kamu mampu melaksanakan perjalanan ke sana." Orang itu berkata, " Engkau benar." Kami heran kepadanya, ia bertanya lalu mebenarkannya.

Orang itu berkata lagi, "Beritahu aku tentang Iman" Beliau Bersabda, "Engkau beiman kepada Allah, para malaikat-Nya, kitan-kitab-Nya, Rasul-Rasul-NYa, hari akhir, dan kepada Qadar yang baik maupun yang buruk." Orang itu berkata,"Engkau benar."

Orang itu berkata lagi,"Beritahu aku tentang Ihsan." Beliau menjawab, "Engkau menyembah Allah seakan-akan engkau melihat-Nya. Jika engkau tidak mlihat-Nya, maka sesungguhnya Dia selalu melihatmu.

Orang itu berkata, "Beritahu aku tentang hari kiamat." Beliau menjawab, "Orang yang ditanya tidak lebih tahu dari yang bertanya."

Orang itu berkata lagi, " Beritahu aku tentang tanda-tandanya." Beliau menjawab, "Bila budak wanita telah melahirkan tuannya, dan bila engkau melihat orang-orang (yang dulunya) tak beralas kaki, tak berbaju, miskin, dan pekerjaannya menggembala kambing, telah berlomba-lomba mendirikan bangunan."

Kemudian orang itu pergi, aku terdiam. Sesat kemudian Nabi saw, Bersabda, "Wahai Umar, tahukah kamu, siapa orang yang bertanya tadi?" Aku menjawab, " Allah dan Rasul-Nya yang lebih mengetahui. "Beliau Bersabda, "Dia adalah Malaikat Jibril yang datang untuk mengajarkan agamamu." (HR. Muslim)

I. Antara Niat Dan Pahala

Dari Amiril Mukminin, Abu Hafsh, Umar Bin Khathab ra. berkata : Aku mendengar Rasul Allah saw, bersabda. " Sesungguhnya diterimanya amal perbuatan itu tergantung pada niatnya, dan sesungguhnya setiap orang akan mendapatkan apa yang ia niatkan. Barangsiapa berhijrah karena Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya (akan diterima) sebagai hijrah karena Allah dan RasulNya, dan barangsiapa berhijrah karena dunia yang ia cari atau wanita yang hendak dinikahinya, maka ia akan mendapati apa yang ia tuju. " (HR. Dua Iman Ahli Hadist: Abu Abdillah bin Bardawih Al Bukhari (Iman Bukhari) dan Iman Abu Husain Muslim bin Al-Hajjaj bin Muslim Al-Qusyairi An Naisaburi (Imam Muslim) dalam kedua kitabnya yang merupakan kitab hadist paling shahih)

Wallahu A'lam